Home » » Cara Bersiwak
Home » » Cara Bersiwak

Cara Bersiwak

Written By Abdkadir Alhamid on April 05, 2013 | 17:36


Adapun cara bersiwak tidak ada ikhtilaf antara ulama,bahwa didalam kitab Syama’il Imam Tirmidzi, dalam hadist Rasul saw, bahwa Rasul saw. bersiwak dengan kayu arak, dan memulainya dari pertengahan, lalu ke
arah kanan lalu ke kiri, demikian diulangi sebanyak 3 X.
Imam Ghazali rahimahullah melengkapi caranya, yaitu:
· Meletakkan siwak di jajaran gigi tengah bagian atas,
· lalu mendorongnya ke arah kanan sampai ke ujungnya,
· lalu turunkan ke jajaran bawah kanan ujung,
· lalu mendorongnya kembali ke tengah jajaran bawah,
· lalu kembali naik ke tengah jajaran atas,
· lalu mendorongnya ke arah kiri sampai ujungnya,
· lalu turunkan ke jajaran bawah kiri ujung,
· dan mendorongnya lagi ke tengah di jajaran bawah.
Perlu di ketahui mengenai Bersiwak
Satu kali anda bertasbih kepada Allah dengan diawali
siwak, maka dihitung 70X bertasbih. Shalat dengan
diawali siwak, akan terhitung 70X shalat. Dua rakaat
shalat tahajjud diawali dengan siwak, maka dihitung 140
rakaat tahajjud.
Tinjauan Siwak dari segi ilmiah
Banyak hadits yang meriwayatkan tentang siwak dan
anjuran untuk menggunakannya. Diantaranya hadits
berikut ini : Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Siwak adalah pembersih mulut dan sebab ridhanya
Rabb”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Diriwayatkan dari
Hudzaifah ra., dia berkata, “Nabi Saw selalu menggosok
giginya dengan siwak setiap bangun dari tidur malam
hari (HR Bukhari)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersiwak dalam
waktu puasa dan tidak, pada waktu wudhu, ketika akan
sholat atau memasuki rumah. Beliau bersiwak dengan
kayu (dahan ) Araak. Bila tidur, siwak itu diletakkan di
dekat kepalanya, dan jika bangun tidur beliau mulai
bersiwak.
Dalam kitab Ath-Thubbun Nabawi (Medis Nabawi) yang
disusun oleh Ibnul Qoyyim dijelaskan manfaat siwak
antara lain :
- membersihkan mulut,
- membersihkan gusi,
- mencegah pendarahan
- menguatkan penglihatan
- mencegah gigi berlubang
- menyehatkan pencernaan
- menjernihkan suara
- membantu pencernaan makanan
- memperlancar saluran nafas (bicara)
- menggiatkan bacaan
- menahan tidur
- meridhokan Allah Ta’ala
- dikagumi malaikat
Penelitian terbaru terhadap kayu siwak menunjukkan
bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang
dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque,
mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.
Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat,
seperti :
- Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan
detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri,
mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada
gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin
terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat
kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan
substansi antibacterial acids tersebut.
- Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium
Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C,
Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa
mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan
gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi.
Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan
penyusun pasta gigi.
- Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang
segar, menjadikan mulut menjadi harum dan
menghilangkan bau tak sedap.
- Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang
menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan
penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
- Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang
menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah
proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut
merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana
saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan
membersihkan mulut.
Sebuah penelitian terbaru tentang ‘Periodontal
Treatment’ (Perawatan gigi secara periodik/berkala)
dengan mengambil sample terhadap 480 orang dewasa
berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh
para ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah,
menunjukkan bahwa Periodontal treatement untuk
masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah
daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara
lain, hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan siwak
berhubungan sangat erat terhadap rendahnya kebutuhan
masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap ‘Periodontal
Treatment’.
Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai
bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan
penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak
menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi
kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi
dengan butiran-butiran bubuk siwak, karena butiran-
butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi
secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan
yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga
banyak perusahaanperusahaan di dunia menyertakan
bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO
pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas
kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.
Mari kita budayakan hidup sehat dengan bersiwak…!!!
Sudah ada penelitian tentang siwak pada gigi. Mineral
yang terdapat di dalam siwak seperti Natrium Klorida,
Kalium, Sodium Bikarbonat dan Kalsium Oksida juga
berfungsi membersihkan gigi. Bau harum dan rasanya
yang enak, timbul dari minyak alamiah berjumlah 1%
dari seluruh komposisi. Selain itu di dalam siwak juga
terdapat enzim yang mecegah penyakit gusi. Komposisi
alamiah yang terdapat pada siwak, ditiru dengan
menambahkan zat-zat seperti yang terdapat pada
siwak, pada pasta gigi buatan. Penelitian lain
menyebutkan bahwa siwak berasal dari pohon Salvadore
Persica yang tumbuh di sekitar kota Mekah dan Timur
Tengah, jarang mempunyai diameter lebih dari satu kaki.
Siwak memiliki kandungan antara lain; trimetil amine,
klorida, fluorida dan silika. Karena khasiatnya yang
baik, bahan ini juga dibuat dalam bentuk serbuk dan
digunakan dengan sikat gigi biasa
Sebuah majalah Jerman memuat tulisan ilmuwan yang
bernama Rudat, direktur Institut Perkumanan
Universitas Rostock. Dalam tulisannya itu ia berkata,
“Setelah saya membaca tentang siwak yang biasa
digunakan Bangsa Arab sebagai sikat gigi, sejak saat itu
pula saya mulai melakukan pengkajian. Penelitian ilmiah
modern mengukuhkan, bahwa siwak mengandung zat
yang melawan pembusukan, zat pembersih yang
membantu membunuh kuman, memutihkan gigi,
melindungi gigi dari kerapuhan, bekerja membantu
merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat,
dan melindungi mulut serta gigi dari berbagai penyakit.
Sebagaimana telah terbukti bahwa siwak memiliki
manfaat mencegah kanker."
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Abdkadiralhamid | BaniAlawiyyinIndonesia
Copyright © 2014. Sejarah Ahlulbait Rasulullah - All Rights Reserved
Blog Created by Creating Website Published by BaniAlawiyyinIndonesia
Proudly powered by Blogger