Kapten Arab, Al-Habib Abubakar Makassar, wafat dan dimakamkan di Pemakaman Bontoala (Kuburan Arab), Makassar, pada tahun 1950 M.
Silsilah Nasab
Secara nasab, beliau adalah keluarga besar Al-Habsyi dari jalur Ja’far bin Ahmad bin Zein (berasal dari Khola’ Rosyid, sebuah wilayah di Lembah Hadramaut, Yaman Selatan). Nasab beliau bersambung ke Ahmad bin Muhammad Shohib Syi’ib hingga sampai kepada penghulu marga Al-Habsyi, Abubakar Al-Habsyi Tarim (857 H).
Leluhur beliau, yakni cucu dari Habib Ja’far bin Ahmad bin Zein yang bernama
Muhammad, memiliki beberapa putra, di antaranya:
1. Idrus: Ayah dari Muhammad bin Idrus Al-Habsyi (Qubah Surabaya). Beliau adalah tokoh yang pertama kali masuk ke Nusantara dan wafat pada 1919 M di Jatiwangi, Majalengka. Beliau menikah dengan Syeikhoh Sulumah binti Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al-Hadhrami (putri dari Syekh Salim bin Smeer, penyusun Kitab Safinatun Najah).
2. Sholeh: Sosok yang mengasuh Muhammad bin Idrus Al-Habsyi (Qubah Surabaya) saat ditinggal berdakwah oleh ayahnya. Habib Sholeh sempat bermukim di India hingga wafat di sana. Beliau memiliki putra bernama Abdullah di Cirebon dan Ahmad di Pampanua, yang mengikuti jejak sepupunya berdakwah ke luar Hadramaut dan menurunkan banyak keturunan di Makassar dan sekitarnya.
3. Shofi: Lahir di Hauthoh. Beliau sempat berada di Singapura sebelum berpindah ke daerah Pampanua dan menurunkan Al-Habib Abubakar.
Habib Shofi menikah dengan seorang Syarifah dari keturunan Raja Andi Arung Matowa Wajo (Sengkang) bernama Alwiyah binti Muhammad Al-Jufri. Syarifah Alwiyah memiliki saudara perempuan bernama Syarifah Nur yang menikah dengan Habib Salim bin Alwi, ayah dari Guru Tua Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri. Dengan demikian, Habib Abubakar bin Shofi Al-Habsyi dan Habib Idrus bin Salim Al-Jufri adalah sepupuan.
Profil Habib Abubakar bin Shofi Al-Habsyi
Habib Abubakar lahir di Pampanua. Beliau dinikahkan dengan seorang Syarifah, putri dari Muhammad bin Idrus Al-Habsyi (Qubah Surabaya).
Beliau dikenal sebagai penasihat spiritual, tokoh yang sangat ditaati, dan rujukan umat. Karisma beliau membuatnya disegani, tidak hanya oleh sesama keturunan Arab-Indonesia, tetapi juga dihormati oleh para raja, bangsawan, serta masyarakat suku Bugis dan Makassar.
Sebagai ulama sekaligus pedagang dengan mobilitas tinggi, beliau sering bepergian ke berbagai wilayah. Konon, beliau memiliki banyak istri; namun, sebagian pernikahan tersebut dilakukan sebagai wujud sifat Tawadhu dan Wara’ beliau (tidak disentuh).
Berikut adalah istri-istri beliau yang memiliki keturunan:
I Palaguna (Takalar/Maros), ibu dari Zahrah.
Syarifah Raguan binti Muhammad bin Idrus bin Muhammad bin Ahmad Al-Habsyi (Qubah Surabaya).
Hubabah Nenek Awi (Alwiyah binti Bajang), keturunan bangsawan Palopo.
Hubabah Nenek Abe (Zainab).
Maemunah (Nenek Emma Le), Sengkang.
Rugaya (Uga) (tidak memiliki keturunan).
Penyebaran Keturunan
Keturunan beliau saat ini tersebar di berbagai wilayah, antara lain: Makassar, Pinrang, Ampana, Poso, Palu, Bungku, Jakarta (Petamburan), Bekasi, Gresik, Bawean, Surabaya, Madura, Banjarmasin, dan daerah lainnya.
Profil singkat ini disusun sebagai upaya menjaga catatan sejarah keluarga. Semoga bermanfaat. Semoga Allah SWT senantiasa mengangkat derajat dan maqam beliau di sisi-Nya. Amin.
*Copyright:Abdulqadir Alhamid*

Silahkan komentar yg positip