Menanggapi Sebuah Lamaran Pernikahan

Menanggapi Sebuah Lamaran Pernikahan

Pinangan seorang pria terhadap seorang gadis adalah merupakan sebuah penghormatan atau penghargaan, karena pria tersebut tidak akan melakukannya kecuali dia melihat ada sesuatu yang istimewa dan special dalam diri wanita tadi.

Para sahabat ketika mereka memiliki anak-anak perempuan, mereka mencarikan suami untuk mereka dengan mendatangi orang-orang yang baik, soleh, dan mulia, karena mereka ingin agar anak-anak mereka mendapatkan suami yang bisa menjadi seorang imam yang baik dan bertanggung jawab.

Ketika ada seorang wanita yang sudah beristikhoroh dan meminta kepada Allah agar mendapatkan suami yang baik dan sholeh, kemudian datang seorang pria untuk melamarnya, jika hatinya merasa srek dan cocok, maka sebaiknya dilihat dulu akhlaknya, dan apakah dia kufu’ (sederajat) atau tidak, jika pria tersebut bagus akhlaknya dan sudah kufu’ serta keluarga juga cocok dan setuju, maka lebih baik jangan dilewatkan. Karena kalau disia-siakan dikhawatirkan tidak akan datang lagi kesempatan seperti itu. Di dalam sebuah hadits Rasulullah juga mengatakan bahwa jika ada seorang pemuda yang dipercayai keimanannya datang untuk melamar, maka lebih baik diterima.

Tapi kalau pria yang datang melamar tidak kufu’, bahkan fasik atau kafir, maka lebih baik menunggu pria lain yang lebih baik. Untuk mengetahui baik-buruknya seorang pria, jangan ditanyakan langsung kepada pria yang bersangkutan, tapi selidiki dulu pergaulan dan teman-temannya. Jika teman-temannya baik, maka itu menunjukan kalau dia juga baik, tapi kalau teman-temannya buruk, maka dia juga mempunyai akhlak yang buruk pula.

Wallahu a’lam bisshowab.

 2014@abdkadiralhamid 

Subscribe to receive free email updates: