October 13, 2012

Filled Under:

Keutamaan Bismillah



Keutamaan Bismillah
 
Setelah bacaan syahadat, frasa penting dan yang sering diucapkan oleh seorang Muslim adalah bismillahirrahmanirrahim. Bacaan basmalah sejak awal menempati posisi penting dalam keyakinan dan ibadah setiap Muslim.

 

Tujuan Basmalah 

Salah satu dari sekian banyak kebaikan dalam ajaran Islam adalah bahwa seseorang harus mengawali setiap kegiatannya atas nama Allah. Mengingat Allah sebelum memulai suatu pekerjaan merupakan bagian pengakuan awal bahwa segalanya adalah ciptaan Allah dan bahwa aktivitas apapun yang akan dikerjakan telah diridhai oleh-Nya sehingga hal ini akan membangun derajat  kesadaran dan rasa syukur pada Sang Pencipta. Jika basmalah secara sadar diterapkan, ia dapat mencegah perilaku yang salah sehingga hal ini dapat dihindari, dan menyakinkan seseorang bahwa niat dan orientasi mental dirinya adalah baik. Sebagai tambahan, ketika seseorang membaca basmalah, ia menyebut nama Allah,dan karenanya atas kemuliaan, kesempurnaan, keagungan dan rahmat Allah, perbuatan yang ia kerjakan akan memperolah berkah serta terlindung dari gangguan setan.

Kedudukan bacaan basmalah 

Para ulama menyepakati hal-hal di bawah ini:
  • Basmalah adalah sebuah ayat al-Quran
  • Ia merupakan bagian dari sebuah ayat dari Surat an-Naml (QS 27:30)
  • Ia tidak dibaca dalam surat at-Taubah
  • Ia merupakan bagian dari Surat al-Fatihah menurut seluruh tujuh Imam Qiraat (yaitu Imams ‘Asim, Kisa’i, Nafi’, Abu ‘Amru, Ibn ‘Amir, Ibn Kathir and Hamzah) dan berdasarkan mazhab of Shafi’i, Zaydi, Zahiri, ‘Ibadi and Ja’fari. Sementara mazhab Hanafi, Maliki and Hanbali memiliki pendapat yang berbeda.

Pentingnya bacaan basmalah

Ayat pertama dalam al-Quran adalah: Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. (QS: 96:1). Dalam Perjanjian lama (Ulangan: 18:18) kita mendapati isinya: 
“Maka pada masa itu berfirmanlah Allah kepadaku, benarlah perkataan  mereka itu. Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi  diantara  segala  saudara-saudaranya yang seperti  engkau  ya  Musa.dan Aku akan memberikan segala firmanKu dalam mulutnya dan  iapun  akan  mengatakan  segala yang Kusuruh akan dia.”
Karena Nabi Muhammad dibesarkan seperti nabi Musa (Quran), maka dalam rangka pemenuhan janji di atas maka Allah menetapkan bahwa setiap kali sebuah surat baru diturunkan, surat tersebut selalu dimulai dengan kalimat: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Nabi Muhammad SAW sendiri pernah bersabda: “ Tiap-tiap pekerjaan penting yang tidak dimulai dengan bismillah, maka pekerjaan itu terputus (kurang berkah).” (Riwayat Abu Dawud). Bacaan Basmalah mengawali surat al-Fatihah dan karenanya menjadi pembuka seluruh al-Quran.

Allah SWT menggambarkan diri-Nya melalui sifat-sifat-Nya. Sifat-sifat Allah merupakan sarana bagi kita mengenal diri-Nya. Dalam hal ini, Allah tidak hanya memperkenalkan al-Quran melainkan juga memperkenalkan diri-Nya sendiri. Bacaan basmalah merupakan ujaran dari yang Maha Agung dengan menyebut Nama-Nya (Allah) yang diikuti oleh dua dari Asmaul Husna (al-Rahman dan al-Rahim) yang pada dasarnya merupakan dua sifat Allah yang paling utama. Bacaan basmalah ini menggambarkan hubungan antara sang Pencipta dan makhluk-Nya dalam sebuah kalimat ringkas – hubungan yang penuh cinta, kasih, kepedulian, simpati,  kebaikan, dan ampunan.
Secara harfiah, bismillah berarti “Dengan menyebut nama Allah”, “Atas nama Allah”, “melalui bimbingan dan berkah dari Allah”.

Tiga bagian frasa ini adalah B, Ism dan Allah.
B” dapat berarti “dalam”, “dengan” atau “melalui”.
Ism” berarti nama. Nama diberikan kepada suatu objek dalam rangka memberi tanda yang dengannya objek tersebut dapat dikenal dan dibedakan dari yang lainnya. Ketika kata “Ism” digunakan dalam hubungannya dengan sang Pencipta, hal ini menandai sebuah Sifat Tuhan yang inheren. Berdasarkan al-Quran, Allah memiliki nama-nama yang paling indah (Asmaul Husna), dan berdasarkan sabda Nabi SAW Allah memiliki 99 nama. Semua sifat dan nama-nama ini begitu penting karena kita mengenal Tuhan melaluinya. Penting untuk digaris bawahi bahwa tidak ada satu sifat atau satu nama pun yang saling bertentangan antara satu dengan yang lainnya. Allah begitu Pengasih dan Penyayang terhadap seluruh makhluk-Nya; karenanya esensi dari semua sifat-Nya tidak lepas satu sama lain. Seluruh nama dan sifat-Nya berperan serta dalam semua keberadan-Nya melalui kesatuan Esensi-Nya. Seluruh nama-Nya yang suci menandakan keberadaan Esensi suci-Nya.
Allah“- Kata ini merupakan kata ganti par excellence. Kata ini menunjuk pada seluruh sifat yang sempurna dan mengacu hanya pada yang Maha Tunggal. Kata  “Allah” merupakan nama Tuhan yang paling menyeluruh.
Kata Rahman dan Rahim keduanya diturunkan dari akar kata RHM, yang menunjukkan kelembutan, kasih, kepedulian, dan cinta. Dalam al-Quran, Allah berfirman: “Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” (QS: 7:156) untuk menggambarkan intensitas dan keluasan kasih sayang-Nya, dua bentuk kata Rahmah ini digunakan saling bersandingan, dan dalam surat al-Fatihah ia diulang pada ayat ketiga sebagai satu ayat tersendiri. Dan faktanya, tidak ada sifat-sifat Allah yang paling sering ditekankan dalam al-Quran (lebih dari 300 kali) selain sifat Rahmah ini.
Sejak awal sekali seseorang mempelajari teks suci al-Quran, ia langsung dituntun pada kesadaran akan sang pencipta, diyakinkan akan keberadan-Nya serta diingatkan akan kasih dan sayang-Nya yang tiada terbatas.
Bacaan basmalah mengawali “pembuka al-Kitab” (al-fatihah) dan karenanya menandai pembukaan Komunikasi Tuhan yang Terakhir dengan hamba-Nya.

2012@abdkadiralhamid

0 komentar:

Post a Comment